image05 image06 image07

300x250 AD TOP

Feature Label Area

Rabu, 17 Januari 2018

Tagged under:

Ukhuwah Al Fatah Rescue mengikuti DIKLAT USAR dengan Jakarta Rescue Internasional


Bogor, MINA – Lembaga tanggap darurat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerjasama dengan Jakarta Rescue Internasional mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Urban Search and Rescue (USAR).
Diklat tiga hari dari Sabtu-Senin 13-15 Januari ini dihadiri 50 peserta dari berbagai Provinsi se-Indonesia.
Ketua Umum UAR, Bustamin Utje kepada Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu, (13/1) mengatakan diklat ini bertujuan meningkatkan kualitas keilmuan Rescuer (Penolong-red) khususnya di bidang USAR.”Kami melihat Jakarta Rescue Internasional (JRI) punya keahlian USAR maka kami minta melatih Rescuer kami,” katanya.
Harapannya, peserta diklat ini nantinya akan menularkan keilmuan ini kepada yang lain daerahnya masing-masing.
Sementara pendiri JRI, Hadiyanto kepada MINA mengatakan, Rescuer Indonesia perlu menguasai ilmu USAR. “Indonesia sudah miliki banyak wilayah padat gedung bertingkat dan perkotaan, maka Rescuer harus berfikir bagaimana penanggulangannya jika terjadi bencana di perkotaan,” katanya.
Lebih lanjut, Hadiyanto memaparkan apa saja yang dipelajari dalam pelatihan ilmu USAR.
“Yang kita berikan materi tentang pPengetahuan kegempaan, cara penanganan menggunakan teknologi pencarian, alat deteksi atau alat bantu anjing pelacak, bisa mengetahui pola marking sistem, dan pola penanganan gedung bertingkat, penyanggahan kayu, balok, vertikal rescue, dan lain-lain,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, USAR merupakan teknik pencarian dan penyelematan di dalam kota, akibat gempa, berkembang akibat banjir,kebakaran, dan longsor.
“Bersifat spesifik di dalam kota, penduduk padat. Diperlukan sistem cepat, tepat, efisien,” ujar Hadiyanto yang bergabung dengan INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group) dibawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 2009 ini.

Menurutnya untuk kawasan Asia Pasifik, baru NGO Jakarta Rescue Internasional yang sudah tergabung dalam INSARAG.
UAR sudah sering mengirim relawan ke daerah-daerah bencana seperti Tsunami Aceh, Gempa Aceh, Gempa Padang, Merapi, BanjirJakarta, Tsunami Pangandaran, juga bencana akibat peperangan di Poso dan lain-lain.

Senin, 14 Agustus 2017

Tagged under:

Gempa yang terjadi selama bulan Agustus 2017

picture by liputan6.com


#Waktu GempaLintang - BujurMagnitudoKedalamanWilayah
113-08-2017 12:31:46 WIB-7.85 - 116.035.1317 Km64 km BaratLaut LOMBOKUTARA-NTB
213-08-2017 10:08:10 WIB-3.75 - 101.566.610 Km71 km BaratDaya BENGKULUUTARA
312-08-2017 14:22:34 WIB-6.11 - 131.15.310 Km160 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT
411-08-2017 22:36:16 WIB-6.54 - 131.215.326 Km111 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT
510-08-2017 12:57:19 WIB-8.16 - 103.885.255 Km317 km BaratDaya LEBAK-BANTEN
603-08-2017 23:14:23 WIB-8.41 - 108.995.322 Km79 km BaratDaya CILACAP-
JATENG

Rabu, 19 Juli 2017

Tagged under: ,

Ukhuwah Alfatah Rescue Kirimkan 55 Relawan Ke Aceh


SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) mengirim 55 relawan ke Pidie Jaya untuk membantu proses pemulihan pascagempa 6,4 skala Richter yang menghentak kabupaten itu.
Para relawan itu terdiri dari tukang, terapis bekam, medis, pijat, penyuluh agama, juru masak, dan wartawan. Ke 55 relawan itu dikirim sejak hari pertama gempa hingga pengiriman tahap ketiga, Kamis (23/12/2016) lalu melalui jalan darat dari posko utama di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Koordinator Posko UAR H. Abdul Malik kepada Serambinews.commengatakan, tim ini bukan pertama kali dikirim ke Aceh.
Pada gempa dan tsunami 26 Desember 2004 juga pernah mengirim 100 relawan dari berbagai keahlian untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.
“Kali ini kita juga mengiri mrelawan ke Pidie Jaya untuk membantu proses rehabilitasi pascagempa. Mereka dipusatkan di Tringgadeng, Pidie Jaya,” katanya.
Di Pidie Jaya relawan ini dipimpin koordinator lapangan, Nurkhalis yang  bertugas mengirimkan informasi terkini dari lapangan terkait kebutuhan korban gempa.
Para relawan ini, menurut Abdul Malik berangkat dengan biaya sendiri sementara UAR hanya memfasilitasi proses keberangkatan menuju lokasi.
 “Selama di sana mereka beramal shaleh seperti membantu membersihkan bekas reruntuhan, mengisi kajian Islam di masjid-masjid, dan memberikan terapi kepada korban gempa,” ujarnya.
Tagged under: ,

UAR Salurkan Bantuan Korban Longsor Banjarnegara


Banjarnegara, 15 Ramadhan 1437/20 Juni 2016 (MINA) – Tim Ukhuwah Alfatah Rescue (UAR) menyerahkan bantuan kepada keluarga korban bencana tanah longsor di Dusun Wanarata, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu lalu.
Bantuan ini diserahkan langsung kepada keluarga korban tewas dan korban luka-luka pada Senin pagi (20/6). Ketua Majelis Ukhuwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) wilayah Jatengsel, Amin Iskandar mengatakan, UAR bantuan kemanusiaan tersebut didapat dari pengumpulan dana masyarakat dan para donatur.
“Ini adalah wujud kepedulian kami, menyalurkan bantuan dari masyarakat yang peduli dengan musibah yang Anda rasakan. Kami berharap, semoga bantuan ini bermanfaat,” tambah Amin saat menyampaikan sambutan penyerahan bantuan kepada keluarga korban.
Bantuan yang disalurkan oleh UAR merupakan hasil dari para donatur di berbagai daerah, bahkan ada yang berada dari luar Indonesia, yaitu melalui Muslim Aid Australia (MAA). Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang tunai.
Longsor di Dusun Wanarata, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu sore (18/6), menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kecamatan Susukan, Banjarnegara merupakan daerah rawan longsor.
Tagged under:

UAR Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Meulaboh, Aceh Barat


Meulaboh, Aceh Barat, 9 Jumadil Akhir 1438/8 Januari 2017 (MINA) – Ukhuwah Alfatah Rescue (UAR) menyalurkan bantuan logistik pada warga korban banjir di Desa Pasi Mesjid, Meulaboh, Aceh Barat.
Bantuan Logistik yang disalurkan diterima langsung oleh kepala desa Pasi Mesjid, Irmadi disaksikan oleh Masyarakat dan juga aparat.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Ukhuwah Alfatah Rescue, bantuan logistik untuk desa kami tentu sangat bermanfaat untuk kami,” kata Irmadi kepada Mina.
Menurut Irmadi, selain akses transportasi warga bantuan yang paling dibutuhkan adalah bantuan berupa logistik.
Pantauan wartawan MINA, Arif Asy’ari di meulaboh, dalam dua hari ini curah hujan tinggi yang berakibat sungai meluap dan menyebabkan banjir.
Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) beberapa kali turun ke rumah warga yang terdampak banjir guna mengevakuasi warga yang memerlukan bantuan terutama wanita, anak-anak, dan warga yang sedang sakit.
Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di bawah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang juga pernah diterjunkan ke Aceh saat bencana tsunami tahun 2004, mengirimkan puluhan relawan pada bencana ini.
Tagged under: ,

Al-Fatah Rescue Tanam 1.800 Tanaman Reboisasi di Hulu Sungai Citarum


Bandung, 22 Jumadil Akhir 1438/20 Februari 2017 (MINA) – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Jawa Barat memelopori program reboisasi dengan menanam sekitar 1.800 tanaman keras di sepanjang hulu Sungai Citarum, yang dimulai sejak Kamis-Jumat (16-17/2/2017).
Ketua Pelaksana UAR, Encep Zarkasyi mengatakan program UAR di bawah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat itu untuk melakukan penghijauan kembali hutan yang sebagian telah rusak. Anggota UAR, Muhammad Yusuf, melaporkan kepada Kantor Berita Islam MINA.
Kegiatan penanaman pohon reboisasi dicanangkan di kawasan hulu Sungai Citarum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tanaman penghijauan itu di antaranya pohon nangka, jeruk dan alpukat.
“Kawasan yang memiliki kemiringan curam ini seyogyanya merupakan areal konservasi. Namun kini telah beralih fungsi menjadi budidaya sayur-mayur oleh masyarakat setempat. Tak ayal, longsor dan pendangkalan Sungai Citarum pun terus terjadi,” ujar Encep.
Program sosial ini diharapkan menjadi solusi dalam rangka mereduksi polusi udara, meningkatan resapan air dan upaya preventif bencana longsor dan banjir, lanjutnya.
Komposisi yang digunakan merupakan tanaman buah-buahan agar selain bermanfaat sebagai pencegah bencana longsor, tanaman-tanaman tersebut pun dapat bermanfaat sebagai bahan konsumsi para petani, imbuhnya.
“Bahkan komoditas ini juga dapat dipasarkan, sehingga diharapkan petani dapat memelihara tanaman-tanaman tersebut karena bernilai ekonomis,” lanjut Encep Zarkasyi, yang juga pembina Pondok Pesantren Al-Fatah Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat.
Ia juga menambahkan, walaupun hujan deras dan akses jalan yang mendaki selama pelaksanaan reboisasi, tidak menurunkan semangat para personil Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Jawa Barat untuk melaksanakan tugasnya untuk kemaslahatan masyarakat.

Anggota UAR, Wahyudin, menambahkan, selain kegiatan penaman bibit buah-buahan, personil UAR Jabar pun melakukan diskusi dengan para petani.
“Diskusi ini bermanfaat sebagai proses sosialisasi kegiatan yang dilakukan para relawan, juga sebagai edukasi kepada para petani untuk bekerjasama menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) berpusat di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, selama ini aktif melakukan kegiatan kemanusiaan, di antaranya pengiriman relawan ke lokasi tsunami Aceh, gempa Sumatera Barat, Pangandaran, Jogjakarta, banjir Jakarta, dan sebagainya.